Mirror Therapy dan EMG untuk stroke

Model latihan yang diberikan bagi insan pasca stroke hendaknya memiliki maksud membangun mekanisme pembelajaran kembali (re-learning) gerak fungsional. Penggunaan Mirror therapy (MT) dan Electromyography triggered neuromuscular stimulation (ETMS) dapat menjadi pilihan fisioterapis dalam mengembangakan gerak fungsional insan pasca stroke.

Sebuah penelitian tentang kombinasi Mirror therapy dan Electromyography triggered neuromuscular stimulation menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengembangkan gerak dan kemampun fungsional insan pasca stroke fase akut.
Penelitian menggunakan 13 sampel insan pasca stroke dengan pemberian intervensi kombinasi MT dan ETMS selama 8 minggu. Kemampuan fungsional diukur dengan instrumen Fugl – Meyer Assessment ( FMA ). Dengan demikian fisioterapi dapat memanfaatkan metode tersebut sebagai pilihan bagi pengembangan gerak dan fungsi insan pasca stroke akut.

sumber : http://iospress.metapress.com/content/p200w823171834q5/

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s