EMG Biofeedback Pada Spinal Cord Injury

neurosains

Penelitian bertujuan untuk mempelajari peningkatan respon elektromiografi (EMG)  pada otot rectus femoris kanan dan kiri pasien spinal cord injury atau cedera tulang belakang.

Penelitian dilakukan di Departemen Trauma Orthopaedics, Fakultas Kedokteran, Universitas São Paulo, Brasil. Pada penelitian melibatkan Dua puluh subyek (tiga laki-laki dan 17 perempuan), antara 21 dan 49 tahun, dengan cedera tulang belakang pada tingkat C6 atau lebih tinggi (antara C2 ke C6). Penyeban cedera pada sampel antara lain 10 orang karena kecelakaan kendaraan bermotor, satu karena tembakan, lima karena menyelam, tiga karena terjatuh dan satu karena herniasi.

 

Penelitian menunjukkan Perbedaan signifikan yang ditemukan dalam respon EMG dari otot rektus femoris kanan antara pra-awal (T1), pasca-awal (T2) dan tambahan (T3) dengan intervensi biofeedback pada subyek dalam posisi duduk [mean (standar deviasi) T1: 26 μV (29); T2: 67 μV (50); T3: 77 μV (62)]. Perbedaan rata-rata dan interval kepercayaan 95% untuk perbandingan ini adalah sebagai berikut: T1 ke T2, -40,7 (-53,1 -29,4 sampai); T2 ke T3, -9.6 (-26,1 menjadi 2,3). Perbedaan yang sama ditemukan pada kaki kiri dalam posisi duduk dan kedua kaki dalam kondisi duduk-to-berdiri.

Penelitian menyimpulkan bahwa perlakuan yang melibatkan EMG biofeedback meningkat secara signifikan respon EMG pada otot rektus femoris kaki kanan dan kiri pada individu dengan cedera tulang belakang.

Sumber : http://www.physiotherapyjournal.com/article/S0031-9406%2810%2900061-1/abstract

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s