Gullain Barre Syndrome (GBS)

Sekilas Tentang Fisioterapi pada GBS

 

Pengertian

         Guillain-Barre Syndrome ( GBS ) yaitu salah satu penyakit ‘ demyelinating ‘ saraf (Nolte 1999 ) yang juga merupakan salah satu polineuropati.

         Merupakan kumpulan gejala gangguan pada saraf spinalis dan saraf cranialis

         Paralisis pada bagian ascenden atau paralisis landry

         Penyebab belum diketahui, umumnya terjadi paska infeksi virus (pernafasan dan saluran cerna)

         Terjadi proses autoimmune dengan respon inflamasi pada radiks dan saraf tepi (poliradikulopati dan polineuropati)

         Terjadi AIDP (Acute Inflamatory Demyelinating Poliradiculopathy)

         Umumnya didahului dengan gangguan respirasi dan gangguan gastrostinal setelah 30 hari.

         Defisiensi Motorik dan Sensorik

         Prevalensi  à diumpai 1 hingga 2 kasus per 100 ribu orang

         Dapat terjadi pada semua kelompok usia

         Frekuensi tertinggi pada dewasa muda

         Laki-laki > Perempuan

         Kulit putih > kulit hitam

 

Gejala Klinis

         Sulit dideteksi pada awal kejadian

        Gejala berupa flu, demam, headache, pegal dan 10 hari kemudian muncul gejala lemah.

        Selang 1-4 minggu, sering muncul gejala berupa :

         Paraestasia (rasa baal, kesemutan)

         Otot-otot lemas (pada tungkai, tubuh dan wajah)

         Saraf-saraf cranialis sering terjadi patologi, shg  ganguan gerak bola mata, mimik wajah, bicara, dll

         Gangguan pernafasan (kesulitan inspirasi)

         Ganggua saraf-saraf otonom (simpatis dan para simpatis)

        Gangguan frekuensi jantung

        Ganggua irama jantung

        Gangguan tekanan darah

         Gangguan proprioseptive dan persepsi thd tubuh

         Diikuti rasa nyeri pada bagian punggung dan daerah lainnya.

 

Patofisiologi

         Gangguan sistem saraf perifer yang terjadi di selubung milin sel schawn.

         Terjadi proses demielinisasi yang ditandai dengan gejala paralisis atau parese otot mendadak.

         Kerusakan axon dapat terjadi

         Kerusakan axon dan demielinisasi terjadi karena proses inflamasi.

         Radikal bebas dan protease yang dihasilkan oleh macrofage saat masuk ke selubung mielin.

         Autoimmun terjadi karena anti bodi yang bersirkulasi masuk dan mengikat antigen dan menempel diatas selubung meilin dan mengaktifkan makrofag

         Inflamasi selubung meilin mengakibatkan hantaran impuls terhmbat atau terputus.

         Umumnya yang terkena pada bagian Anterior nerve root akan tetapi bagian posterior juga dapat terganggu

         Umumnya selubung meilin yang terserang dimulai dari saraf perifer yang paling rendah dan terus ke level yang diatasnya.

         Gejala-gejala GBS menghilang setelah serangan autoimmun berhenti.

         Kerusakan pada sel body akan mengakibatkn gangguan yang bersifat permanen.

         Gangguan berupa sensorik dan motorik serta gangguan respirasi akibat defisit saraf otonom.

         Gangguan pada aspek muskuloskeletal

         Menurunnya kekuatan otot dari gengguan konduktifitas saraf

         Kardiopulmonal

         Menurunnya fungsi otot-otot intercostalis, diafragma sehingga ekspansi thoraks menurun.

         Menurunnya kapasitas vital paru

         Ventilasi menurun

         Saraf Otonom

         Gangguan dapat mencapai n. vagus seingga terjadi gangguan parasimpatis

         Meninggkatnya tekanan darah

         Keringat berlebihan

         Sensorik

         Gangguan sensasi (baal, kesemutan, nyeri dll)

 

Pemeriksaan FT

         Anamnesis

        Keluhan utama pasien

         Rasa lemas seluruh badan dan disertai adanya rasa nyeri

         Paraestasia jari kaki s/d tungkai

         Progresive weakness > 1 Ekstremitas

         Hilangnya refleks tendon

        Pendukung

         Weakness berkembang cepat dalam 4 minggu

         Gangguan sensory Ringan

         Wajah nampak lelah meliputi otot-otot bibir terkesan bengkak

         Tachicardi, cardiac arytmia, Tekanan Darah labil

         Tidak ada demam

         Inspeksi

        Tampak kelelahan pada wajah

        Otot-otot bibir terkesan bengkak

        Kemungkinan adanya atropi

        Kemungkinan adanya tropic change

         Palpasi

        Nyeri tekan pada otot

         Auskultasi

        Breathsound terdengar cepat

         Vital Sign

        Blood Preasure

         Labil (selalu berubah-ubah)

        Heart Rate

         Tachicardy

         Cardiac arythmia

        Respiratory Rate

         Hyperventilasi

 

Pemeriksaan Fungsi Gerak  Dasar

         Aktif

        Kekuatan otot

         Pasif

        Lingkup Gerak Sendi, endfeel

 

         Tes Isometrik Melawan Tahanan

        Pada ketiga tes tersebut dominan menunjukkan adanya kelemahan.

        Gangguan sendi dimungkinkan pada kasus yang telah lama

 

Pemeriksaan Khusus

 

        Kekuatan Otot

         MMT

        Vital Capacity (Spirometry)

        Sensorik

         Dermatom Test

         Myotom Test

        Mobilitas Thorax

         Mid line lingkar thorax

        Tendon refleks

        Lingkar otot

         Mid line lingkar otot

        ROM

         ROM Test (Goniometer)

        Fungsional

         ADL

         IADL

        Laboratorium

        Lumbar punksi

         Cairan cerebrospinal dijumpai peningkatan protein, berisi 10 atau sedikit mononuclear leukosit/mm3

        Electro Diagnostik (EMG)

         Kecepatan hantar saraf melemah

Prinsip Penanganan

         Pemeliharaan sistem pernapasan

         Mencegah kontraktur

         Pemeliharaan ROM

         Pemeliharaan otot-otot besar yng denervated

         Re-edukasi otot

         Dilakukan sedini mungkin

         Deep breathing Exercise

         Mobilisasi ROM

         Monitor Kekuatan Otot hingga latihan ktif dapat dimulai

         Change position untuk mencegah terjadinya decubitus

         Gerak pasif general ekstermitas sebatas toleransi nyeri untuk mencegah kontraktur

         Gentle massage untuk memperlancar sirkulasi darah

         Edukasi terhadap keluarga

 

Prognosis

         Umumnya sembuh

         20 % menyisakan deficit neurologik

         > 1th 67% sembuh yang komplit

         20 % menyisakan disability

         > 2 th 8% tdk dpt sembuh

3 Komentar »

  1. setiawantw berkata

    saya mau bertanya… Jika otot bagian paha dan tangan terasa lemas karena otot yang “kaget”, karena lari yg terlalu lama, apakah termasuk penyakit ini…?
    Tolong comment ke saya via (www.belajar-toefl.co.cc)… Thx yach…

    Saya sangat membutuhkan info tsb…

  2. dhaenkpedro berkata

    Kondisi yang anda alami belum menunjukkan adanya gejala GBS, walaupun tidak meutup kemungkinan terjadi karena salah satu pemicu kelemahan otot akibat kelelahan. Kemungkinan lain gejala yang anda alami adalah penimbunan asam laktat diotot yang memungkinkan terjadinya spasme otot. Gejalanya anda rasa nyeri/pegal yang berlebihan pada otot anda. Jika hal tersebut terjadi anda tdk perlu khawatir, Gejala akan hilang paling lama dalam 4 hari. Akan lebih cepat bila anda tetap melakukan latihan ringan.
    Jika gejala kelemahan tetap ada lebih dari 2 minggu, anda mungkin terkena GBS atau gejala polineuropathy lainnya. Anda hendaknya melakukan aktivitas yang tidak melelahkan, karena akan dapat memperberat kondisi anda. Dan segera melakukan pemeriksaan laboratorium. terimakasih

  3. Hana Chabarti berkata

    saya pertama mengalami pembuluh darah sinus blkg pecah,pendarahan,dn dipasang tampon,tak lama kmdn sembuh dn sy mengalami gejala kesemutan,dn tungkai terasa keras,dn laher kaku.dada panas punggung juga kaku,dn kesemutan menjalar di wajah leher,perut,dn punggung,dn tidur sering kejang,dn pergi ke dr.spesialis saraf,diberi obat alpaentin,methycobalt,riklona.kejang sdh berkurang,,,leher kaku,berkurang,tpi kesemutan yg menjalar tdk sembuh sembuh,dada kdg trasa nyeri,dan udah 3 bln lebih saya masih mengkonsumsi obat tsbt.apakah saya bisa sembuh dari kesemutan yg menjalar ini?dn apakah sya termasuk kena gbs,sya rontgen kata dr,ada urat saraf yg terjepit,dilher c5.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: